Server SPMB Sempat Down, Karena Overload atau Serangan Siber?
- Indri S
- Jul 25
- 3 min read
Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Jawa Barat 2025 sempat lumpuh pada dua hari pertama pendaftaran, yakni 10 dan 11 Juni 2025. Banyak orang tua dan siswa mengeluhkan ketidakmampuan sistem untuk login, sehingga proses verifikasi akhirnya dilakukan secara manual di berbagai sekolah, termasuk di SMAN 1 Bandung yang mengalami antrean panjang akibat gangguan ini. (Sumber: Detik.com, 11 Juni 2025)

Apa Penyebab Server SPMB Jabar Down?
Menurut evaluasi bersama antara Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Diskominfo Jabar, penyebab utama gangguan adalah lonjakan trafik ekstrem saat hari pertama pembukaan. Dalam sehari, tercatat lebih dari 64.000 peserta mengisi formulir, dan total pendaftar mencapai 217.000 orang hanya dalam tiga hari pertama. (Sumber: Antara News, IDN Times Jabar)
Kadiskominfo Jabar menjelaskan bahwa integrasi antara aplikasi dan server ternyata belum teruji secara optimal dalam skenario simulasi real-time, sehingga ketika trafik mencapai puncaknya, sistem gagal melakukan sinkronisasi. (Sumber: bandung.kompas.com, 13 Juni 2025)
Pakar Teknologi Informasi dari ITB, Basuki Suhardiman, juga menyoroti bahwa ini bukan insiden pertama. Menurutnya, seharusnya ada evaluasi tahunan arsitektur sistem, termasuk pemantauan trafik, backup infrastruktur, serta pengujian beban atau load test sebelum peluncuran sistem pendaftaran berskala besar. (Sumber: IDN Times Jabar, Detik, koran-gala.id)
Penting digarisbawahi bahwa insiden ini bukan disebabkan oleh serangan siber atau DDoS, namun murni karena overload trafik. Meski begitu, potensi ancaman siber tetap harus diperhitungkan dalam setiap sistem publik. (Sumber: wartajabar.co.id)
Siapa yang Bertanggung Jawab Menjaga Sistem Agar Tidak Down?
Insiden ini menunjukkan pentingnya koordinasi dari berbagai peran profesional di bidang IT. Di balik layar, ada sejumlah peran krusial:
DevOps Engineer dan System Engineer yang bertugas memastikan server bisa autoscaling saat trafik naik, serta rutin melakukan monitoring.
Network Engineer yang mengatur jalur internet dan memastikan konektivitas tetap stabil melalui konfigurasi failover dan manajemen bandwidth.
Database Administrator (DBA) yang bertanggung jawab atas kecepatan dan ketersediaan data melalui optimasi query dan replikasi database.
Backend Developer yang membangun sistem API yang tahan terhadap beban besar serta cache untuk mempercepat loading.
Cybersecurity Specialist yang memastikan sistem tidak rentan terhadap kebocoran data atau serangan siber.
IT Support dan Ops Team yang harus siap 24/7 menghadapi downtime dan memastikan proses recovery berjalan cepat.
Jika salah satu tim ini tidak bekerja maksimal, maka risiko sistem tumbang seperti yang terjadi pada SPMB Jabar akan selalu mengintai.
Kenapa Publik Harus Melek Teknologi IT Publik?
Kasus SPMB Jabar seharusnya jadi pengingat bahwa digitalisasi layanan publik bukan hanya soal tampilan aplikasi yang canggih. Lebih dari itu, perlu ada:
Transparansi dan akuntabilitas: Masyarakat berhak tahu alasan teknis ketika sistem publik gagal berfungsi.
Tuntutan kualitas digital: Publik yang paham teknologi akan menuntut kesiapan sistem, bukan sekadar menerima layanan seadanya.
Budaya evaluasi kritis: Pemahaman publik tentang teknologi bisa mendorong instansi pemerintah melakukan audit dan peningkatan sistem secara berkala.
Sebagaimana dikatakan Basuki Suhardiman, “Sistem publik itu harus tahan beban. Kalau enggak, namanya bukan transformasi digital, tapi eksperimen massal.” (IDN Times Jabar, 12 Juni 2025)
SPMB Jabar 2025 bukan hanya tentang gagal login. Ini adalah cerminan kerapuhan infrastruktur digital publik saat berhadapan dengan beban besar. Insiden ini menunjukkan bahwa teknologi bukan hanya urusan software developer saja, melainkan hasil kerja kolektif dari tim DevOps, Network, DBA, Security, Backend hingga Support.
Untuk masyarakat, ini adalah ajakan untuk tidak buta IT. Untuk praktisi IT, ini adalah pengingat bahwa sistem publik tidak boleh “asal jadi”, tapi harus bisa melayani ratusan ribu pengguna tanpa ambruk.
Comments