Google Rilis VaultGemma: AI Open-Source yang Utamakan Privasi
- Indri S
- Sep 19, 2025
- 1 min read
Google baru saja merilis VaultGemma, model AI open-source yang sejak awal didesain dengan fondasi: privasi. Bukan sekadar “produk baru”, langkah ini nunjukin kalau isu keamanan data bukan lagi embel-embel marketing, tapi jadi arah serius di dunia AI.

AI yang Nggak Gampang “Kepo”
Biasanya, model AI sering dituding bisa “menyimpan” potongan data sensitif. VaultGemma punya trik berbeda. Google ngasih “noise” ke data latihnya, jadi setiap informasi diacak halus sampai nggak bisa dikenali persis. Hasilnya, model ini kecil kemungkinan nyelipin ulang data pribadi pengguna.
Latihan Besar-Besaran
VaultGemma nggak main-main soal bahan latih. Bayangin: 13 triliun token dipakai—mulai dari dokumen web, kode software, sampai paper akademis. Proses ini jalan pakai ribuan chip TPU buatan Google sendiri. Performanya? Jujur, belum sekelas raksasa AI terbaru. Kalau dibandingin, posisinya mirip level AI lima tahun lalu.
AI yang Menjunjung Keamanan, Hebat Belakangan
Google tahu VaultGemma bukan saingan langsung GPT atau Gemini. Tapi jelas kelihatan arah mainnya: bikin AI yang patuh privasi, siap dipakai di sektor sensitif, dan sesuai regulasi ketat di AS maupun Eropa. Jadi bukan soal siapa paling “pintar”, tapi siapa yang paling bisa dipercaya.
Kenapa Perlu Peduli tentang Keamanan AI?
Kepercayaan: AI yang nggak nyimpen data sensitif bikin tenang, apalagi di bidang kesehatan atau keuangan.
Standar baru: VaultGemma bisa jadi contoh gimana AI masa depan seharusnya dibangun; lebih etis, nggak cuma ngebut.
Langkah etis: Ini bukti kalau teknologi gede bisa tumbuh bareng tanggung jawab sosial.
VaultGemma mungkin bukan mesin AI paling jago di luar sana, tapi jelas jadi pionir penting: AI yang aman dulu, canggih belakangan.



Comments