Financial Anxiety: Masalah yang Jarang Diakui Job Seeker
- Indri S
- 4 days ago
- 3 min read
Ketika Mencari Kerja Bukan Cuma Soal Skill, Tapi Soal Bertahan Hidup
Bagi banyak jobseeker, mencari kerja bukan hanya tentang CV, interview, atau skill yang relevan. Ada satu masalah besar yang jarang dibicarakan secara terbuka: financial anxiety.

Financial anxiety adalah kondisi ketika seseorang mengalami kecemasan berlebihan terhadap kondisi keuangannya, baik karena belum bekerja, penghasilan tidak stabil, atau ketidakpastian karier. Masalah ini sering dialami oleh fresh graduate dan profesional muda, tapi jarang diakui karena dianggap “belum pantas mengeluh”.
Padahal, kecemasan finansial ini nyata dan berdampak langsung ke cara jobseeker mengambil keputusan karier.
Apa Itu Financial Anxiety?
Financial anxiety bukan sekadar takut tidak punya uang. Ini adalah:
Rasa cemas berlebihan soal kebutuhan hidup ke depan
Takut gagal secara finansial sebelum karier benar-benar dimulai
Overthinking setiap keputusan kerja karena faktor uang
Pada jobseeker, financial anxiety sering muncul karena tidak adanya pemasukan tetap, tabungan menipis, dan tekanan sosial untuk “segera sukses”.
Kenapa Financial Anxiety Banyak Dialami Job Seeker?
1. Status Belum Bekerja atau Penghasilan Tidak Stabil
Jobseeker berada di posisi paling rentan secara finansial. Tidak ada kepastian kapan diterima kerja, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.
2. Tekanan Usia dan Lingkungan
Di usia 20–30-an, ekspektasi sosial sangat tinggi. Banyak jobseeker merasa tertinggal saat melihat teman sebaya sudah punya penghasilan tetap.
3. Proses Rekrutmen yang Panjang dan Tidak Pasti
Apply puluhan lowongan tanpa respons membuat kecemasan finansial makin menumpuk. Bukan karena kurang usaha, tapi karena sistem rekrutmen memang kompetitif.
4. Minimnya Literasi Keuangan di Awal Karier
Banyak fresh graduate tidak pernah diajarkan cara mengelola uang dalam kondisi belum stabil. Akibatnya, sedikit tekanan finansial langsung terasa berat.
Dampak Financial Anxiety ke Job Seeker
Financial anxiety bukan cuma masalah perasaan. Dampaknya nyata:
Salah ambil pekerjaan karena fokusnya “yang penting ada gaji”
Sulit fokus saat interview karena pikiran terbagi soal uang
Menurunnya kepercayaan diri saat melamar kerja
Burnout lebih cepat saat akhirnya bekerja
Dalam jangka panjang, kecemasan finansial bisa membuat jobseeker terjebak di pekerjaan yang tidak sesuai kapasitas atau tujuan karier.
Financial Anxiety Bukan Tanda Gagal
Penting untuk dipahami: mengalami financial anxiety bukan berarti gagal.
Bagi jobseeker, kecemasan ini justru sering muncul karena:
Peduli dengan masa depan
Ingin mandiri secara finansial
Ingin mengambil keputusan karier yang tepat
Masalahnya bukan pada rasa cemasnya, tapi pada cara mengelolanya.
Cara Mengelola Financial Anxiety Secara Realistis untuk Job Seeker
1. Bedakan Kebutuhan Bertahan dan Gaya Hidup
Fokus dulu pada kebutuhan dasar. Menekan gaya hidup bukan kemunduran, tapi strategi sementara.
2. Buat Batas Waktu Pencarian Kerja yang Rasional
Jobseeker sering stres karena target yang terlalu ideal. Tentukan timeline realistis, bukan berdasarkan tekanan sosial.
3. Pertimbangkan Jalur Kerja Fleksibel
Kerja kontrak atau melalui perusahaan outsourcing bisa menjadi solusi awal untuk mendapatkan penghasilan sekaligus pengalaman kerja.
4. Jangan Menunda Ambil Kesempatan Pertama yang Masuk Akal
Pekerjaan pertama tidak harus sempurna. Yang penting memberi stabilitas dan ruang belajar.
5. Bangun Rasa Aman dari Progres, Bukan Perbandingan
Bandingkan dirimu dengan progresmu sendiri, bukan pencapaian orang lain.
Peran Perusahaan dalam Mengurangi Financial Anxiety
Perusahaan yang memahami kondisi jobseeker dan pekerja muda akan lebih mudah membangun kepercayaan jangka panjang. Transparansi proses rekrutmen, kejelasan status kerja, dan komunikasi yang sehat membantu menekan kecemasan finansial sejak awal.
Bagi jobseeker, memilih perusahaan yang realistis dan terbuka juga bagian dari menjaga kesehatan mental dan finansial.
Financial anxiety adalah masalah nyata yang banyak dialami jobseeker, namun jarang dibicarakan. Mengakuinya bukan tanda lemah, tapi langkah awal untuk mengambil keputusan karier yang lebih sehat.
Bagi jobseeker, stabil secara finansial dan mental adalah fondasi penting sebelum melangkah lebih jauh dalam dunia kerja. Fokus pada progres, bukan tekanan. Karier bukan lomba cepat, tapi perjalanan yang perlu strategi.



Comments