Burnout di Awal Karier Itu Nyata: Kenali Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
- Indri S
- Jan 9
- 2 min read
Apa Itu Burnout?
Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat stres kerja yang berlangsung terus-menerus. World Health Organization (WHO) menyebut burnout sebagai sindrom yang muncul karena stres kerja kronis yang tidak berhasil dikelola. Burnout bukan sekadar capek biasa, tapi kondisi serius yang bisa berdampak pada performa kerja dan kesehatan mental.
“Burn-out is a syndrome resulting from chronic workplace stress that has not been successfully managed.”— World Health Organization (WHO), ICD-11

Mengapa Burnout Sering Terjadi di Awal Karier?
Burnout banyak dialami fresh graduate dan pekerja muda karena tekanan untuk membuktikan diri, ekspektasi kerja yang tidak realistis, serta minimnya batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Di fase ini, banyak pekerja merasa harus selalu siap, takut menolak tugas, dan khawatir dianggap tidak kompeten.
Tanda-Tanda Burnout yang Perlu Diwaspadai
Burnout biasanya muncul secara bertahap dan sering diabaikan. Beberapa tanda umum burnout antara lain:
Merasa lelah terus-menerus meski sudah istirahat
Kehilangan motivasi dan minat terhadap pekerjaan
Mudah stres, sinis, atau emosional
Sulit fokus dan produktivitas menurun
Menurut Gallup, karyawan yang mengalami burnout lebih rentan absen dan lebih aktif mencari pekerjaan baru.
Dampak Burnout terhadap Karier
Burnout yang dibiarkan dapat menghambat perkembangan karier. Kondisi ini bisa menurunkan kinerja, merusak hubungan kerja, hingga mendorong keputusan resign tanpa perencanaan matang. Dalam jangka panjang, burnout juga berisiko memicu masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Cara Mengatasi Burnout di Awal Karier
Burnout bisa dikurangi dengan langkah yang realistis dan konsisten, seperti:
Menetapkan batas kerja yang jelas dan berani mengatakan cukup
Memisahkan nilai diri dari pencapaian pekerjaan
Mengevaluasi lingkungan kerja, bukan hanya menyalahkan diri sendiri
Mencari dukungan dari atasan, HR, mentor, atau profesional
Mengakui burnout sejak awal jauh lebih sehat daripada memaksakan diri terus-menerus.
Burnout di awal karier adalah hal nyata dan umum terjadi. Mengenali tanda burnout dan mengambil langkah tepat sejak dini dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus memastikan karier berkembang secara berkelanjutan.



Comments